Kenapa Kamu Merasa Hidupmu Cuma Begini-Begini Aja ?

Kenapa Kamu Merasa Hidupmu Cuma Begini-Begini Aja ?

Banyak orang di dunia ini mengalami hal semacam ini ” Dia hidup, bekerja, liburan dan beraktifitas seperti kebanyakan orang tapi jauh di lubuk hatinya paling dalam dia selalu bertanya-tanya kenapa hidupku cuma begini-begini aja?”. Yaa tidak sedikit orang yang mengalami hal semacam itu dan tidak banyak orang menyadari alasan kenapa dia merasa hidupnya cuma begini-begini aja. Kalau dibilang kita itu selalu melakukan hal baru setiap harinya karena kita mengalami hari baru, menit yang baru cuma aktifitas baru cuma lingkunganya aja kadang yang cuma itu itu aja. Lalu hal apa sih yang bikin kebanyakan orang merasa kalau hidupnya cuma begini-begini aja? Hal itu dialami karena disebabkan hal-hal seperti ini :

Kenapa-kamu-merasa-hidupmu-cuma-begini-begini-aja-rintowuang

PICT : PEXEL

Tidak Punya Tujuan yang benar-benar di inginkan

Pergi kekantor, pergi ke-mall, Biayain anak sekolah, betul hal itu memang termasuk tujuan, tapi bukan tujuan yang benar-benar kamu impikan. Tujuan yang kamu impikan di sini maksudnya adalah tujuan yang “EGO” mu inginkan. Contoh jika kamu lelaki kamu ingin jadi Ayah terkeren untuk anakmu, jika kamu wanita kamu ingin jadi mama muda keren dan kekinian atau contoh lagi kamu ingin punya koleksi sepatu atau koleksi tas. Memang banyak yang bilang ‘buat apa kayak gitu , engak ada gunanya, buang-buang uang, mending uangnya buat yang lain yang lebih bermanfaat’. Yaa ucapan itu ada benernya “kalau kamu itu dia yang engak punya kesukaan seperti kesuakaan kamu”. Orang yan tidak tertarik koleksi tas akan bilang ngapain buang-buang uang beli tas banyak, begitupun semisal kamu orang yang suka koleksi tas melihat ada orang yang suka koleksi tutup botol , tentu kamu akan bilang ngapain ngoleksi tutup botol bekas enggak ada gunanya. Tapi loh cuy seperti apapun keinginanmu walaupun sekedar impian “Nyobain mie ayam yang ada di kecamatan kamu berada itu sudah termasuk tujuan hidup dan perlu kamu wujudkan kaena ego mu pun butuh di kasih makan.

Tidak Punya Ambisi Meraih Sesuatu

Masih ada hubunganya dengan point diatas, kalau diatas ngebahas orang yang tidak punya tujuan nah kalau di point ini ngebahas orang yang sadar betul keinginan dia dalam hidupnya tapi menolak untuk mewujudkanya. Biasanya nih karena kepengaruh omongan dan penilaian orang kayak kamu hobi ngumpulin cangkang kerang dipantai terus ada orang yang ngata-ngatain hobimu engak berguna dan kamu terpengaruh akhirnya kamu yang sudah punya hobi, punya keinginan punya tujuan bukanya berusaha untuk mewujudkan impianmu mengoleksi semua cangkang kerang di semua pantai di Indonesia, dan karena penilaian orang itu membuat kamu mengubur keinginanmu demi tidak dinilai miring oleh orang lain. Selain itu juga kata ‘ambisius’ diartikan negatif oleh msayarakat kita kalau orang ambisius itu serakah, dia melakukan apa saja demi mewujudkan keinginanya, dan kebanyakan dari kita tidak mau di cap seperti itu padahal ambisius yang itu perlu bahkan kalau kamu buka KBBI ambisius itu tidak mengartikan hal negatif loh. Penilaian itu cuma diberikan oleh orang orang yang kurang bersemangat dalam hidupnya dan jauh di lubuk hatinya paling dalam dia pun menjerit karena merasa hidupnya pun cuma begini-begini aja.

Main Aman Asal Nyaman

Ada yang pernah denger ucapan macam ini “Gaji sedikit engak apa-apa asalkan dekat dengan keluarga”, “Udah nurut aja jangan protes/komentar biar kamu engak kenapa-kenapa” dan masih banyak lagi ucapan-ucapan saran yang mirip-mirip begitu. Kalau kita bisa mengunakan ucapan tadi itu sesuai situasi dan kondisi memang ada benarnya, tapi kadang kita mukul rata mengunakan saran itu bukan sebagai saran malah jadi prinsip, padahal ya bisa saja loh kamu dapetin penghasilan besar dengan konsekuensi jauh dari keluarga tapi kamu bisa nambahin pakai tanda kutip kalau kamu hanya sementara jauh dari keluarga kalau sudah bagus keuanganmu kamu akan ajak keluargamu untuk tinggal didaerah kamu bekerja. Itu hanya sekedar contoh, di luar sana banyak banget kondisi-kondisi yang mmbuat orang melakukan hal-hal yang itu itu saja asalkan tidak keluar dari kenyamanan. Contoh nih petani padi cuma mau nanem padi karena bisanya cuma nanem padi kalau nanem selain padi takut gagal, takut ngeluarin modal yang lebih besar, dan banyak alasan untuk tetap jalan di tempat(tidak keluar dari kebiasan). Ini pun terjadi di beberapa tempat, ada satu daerah yang warganya cuma mau menanam padi dan padi cuma ditanam ketika musim hujan bisa dibilang cuma di tanam sekali dalam setahun lalu hasil panen tpadi tersebut di pakai untuk menghidupi biaya hidup selama 8 bulan kedepan sampai musim tanam padi datang. Nah itu baru satu contoh main aman di bidang pertanian, bagaimana dengan orang-orang dengan profesi lainya.

Muter-Muter di Roller Coaster

Ketika kamu naik roller coaster kamu tentunya merasakan banyak ledakan-ledakan emosi di dada dan pikiran mu bukan? Kamu bisa teriak sepauasnya dan meluapkan semua ledakan-ledakan emosi itu. Tapi apa jadinya kalau kamu setiap hari naik roller coaster yang sama dengan rute rel yang sama, tentu kamu akan merasa bosan bahkan kenikmatan saat berteriak kamu jadi menurun bukan? Begitupun dengan lingkungan kehidupanmu saat ini , mungkin kamu punya kehidupan yang penuh warna warni tetapi warna-warni itu berada di tempat yang sama dan selalu kamu temuin setiap harinya. Tidak ada hal baru yang datang kepada kamu selain updatean foto di menu explore instagram. Bahkan orang yang suka clubbing sekalipun pasti akan merasakan kejenuhan dalam hidupnya, padahal kita yang melihat mereka selalu happy(saat clubbing) terlebih setelah dia keluar dari clubbing dan dalam hati kecilnya mengucapkan selamat tinggal kesenangan malam ini, nanti malam aku akan datang dan ketemu kamu lagi, sambil kembali ke rutinitas yang biasa dia lakukan setiap harinya. Hal baru perlu kamu lakukan selama itu tidak berbahaya dan tidak menghancurkan hidupmu kelak nanti. Seperti seorang yang suka traveling jalan-jalan ke pantai sesekali perlu duduk manis nonton sebuah film horor atau film komedi atau film action di bioskop.

Menolak Diri Sendiri

Ini menjadi pembahasan penting dan terakhir dari tulisan di halaman ini, Tidak bisa di pungkiri penilaian dari orang lain apa lagi kalau jumlahnya banyak sering sekali mengangu dan mempengaruhi pendapat kita terhadap sesuatu, nah yang sering terjadi adalah penilaian dari orang lain itu tidak semuanya benar dan kalaupun ada yang benar kadang penilaian itu tidak seusai dengan kondisi dan situasi kita yang menjalani. Ini mirip seperti guru bela diri yang menilai peserta perlombaan membaca puisi tapi yang dinilai cara peserta berdiri tanpa kuda-kuda yang kokoh. Walaupun banyak peserta yang mampu membaca puisi dengan keren dan bagus tapi kalau yang dinilai adalah posisi kuda-kudanya tentu tidak ada yang menang dalam lomba puisi ini. Begitupun yang terjadi ketika orang-orang menilai apa yang kamu lakukan dan itu tidak sesuai dengan kondisi dan situasi kamu dan masalah besar yang terjadi adalah banyak dari kita justru penilaian semacam itu di dengar dan di jadikan pedoman akhirya walaupun kita sadar sesatu hal yang benar kita justru akan menolak kebenaran itu karena tidak sesuai dengan penilaian orang lain, lama-kelamaan kita bukan cuma menolak kebenaran tetapi kita menolak diri kita yang sebenarnya karena tidak sesuai standar dan penilaian kebanyak orang. Contoh adalah kamu yang memiliki kelemahan dalam menghitung cepat dan buta warna parsial tapi kamu punya kemampuan story telling yang bagus, bicara dengan nada yang gurih dan mengasyikan dan cocok sekali jadi penyiar radio tapi kamu menolak percaya kalau kamu bisa jadi penyiar radio yang hebat karena penilaian orang-orang yang kamu dengar adalah ‘orang yang engak bisa berhitung cepat itu GOBLOK dan orang yang enggak tahu warna itu GOBLOK masa udah gede engak hafal warna, padahal buta warna parsial itu bukan skill yang kurang di asah tapi masalah biologis/genetis kalau ada kerusakan pada bagian mata untuk menerima pantulan cahaya. Dan karena penilaian GOBLOK tadi akhirnya kamu merasa kalau kamu memang orang GOBLOK yang engak punya kemampuan dan kelebihan apapun selain ke goblokan tidak bisa menghitung cepat dan tidak tahu warna padahal kamu buta warna parsial.

Ketika kamu menolak dirimu sendiri , kamu pun akan menolak segala kelebihan yang kamu miliki dan itu akan membuat kamu hanya melakukan hal yang itu-itu aja seusai penilaian dan standar kebanyakan orang. Dan itu membuatmu merasa kenapa hidupmu gini-gini aja.

 

Citcat

comments